RSS

Thursday, August 20, 2009

Makna sebuah titipan

Makna sebuah titipan


Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku,
bahwa sesungguhnya ini hanya titipan,
bahwa mobilku hanya titipan Nya,
bahwa rumahku hanya titipan Nya,
bahwa hartaku hanya titipan Nya,
bahwa putraku hanya titipan Nya,
tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya, mengapa Dia menitipkan padaku?
Untuk apa Dia menitipkan ini pada ku?
Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini?
Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku?
Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?
Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah
kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka,


kusebut dengan panggilan apa saja untuk melukiskan bahwa itu adalah derita.
Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku,
aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak rumah,
lebih banyak popularitas,
dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan,
Seolah semua "derita" adalah hukuman bagiku.
Seolah keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti matematika :
aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan
Nikmat dunia kerap menghampiriku.
Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan Kekasih.
Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku", dan menolak keputusanNya yang tak sesuai keinginanku,
Gusti, padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah...
"ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja"


(Allahyarham WS Rendra)


1) Yaa..sedang pusing dengan beberapa titipan yang tidak kutahu siapa penerimanya. Bagaimana aku boleh terima titipan tersebut ya??

2) Ramadhan bakal menjelma. Jika tidak esok, insyaAllah lusa. Kurang 48jam. Belum tentu lagi kita mampu tiba ke masa tersebut. Sudah siapkah persiapan untuk menyambut Ramadhan?

3) Persoalan2 berkenaan ibadah puasa dan ibadah2 yang berkaitan kembali berlegar-legar di sekitar. Tidak salah bertanya, malah digalakkan amat. Tapi tanyalah pada orang yang sepatutnya menjawab persoalan tersebut, bukan main dengar2 shj. Lapangkan dada terima perbezaan.

4) Owh, Selamat Berpuasa kepada semua. Seruan utk diri dan sahabat2, tingkatkan amalan, ikhlaskan diri, raikan bulan yg dikhaskn utk kita ni sebaik-baiknya.



0 comments: